Kebenaran Islam Berasal dari Sumber yang Rasional, Ustaz Nababan

Pesantren Pembinaan Mualaf Yayasan Annaba Center Indonesia kedatangan serombongan tamu. Rombongan pertama yang datang adalah keluarga ibu Yolanda. Keluarga ibu Yonda datang bersama seorang mualaf yang berkeinginan untuk belajar di Pesantren Annaba Center.
Rombongan kedua adalah saudara Rafi bersama dua orang rekannya  yang mana salah seorang di antara mereka berstatus penganut agama non-Islam yang tertarik mempelajari Islam, sehingga ingin berdialog dengan pendiri Pesantren Mualaf Annaba Center, KH Syamsul Arifin Nababan. Rombongan ketiga, rombongan ibu Ati yang membawa seorang perempuan yang sempat keluar dari Islam.

Silaturahim malam itu selanjutnya diisi dengan diskusi. Kiai Nababan mengatakan, seorang yang beriman hendaknya mencari kebenaran terlebih dahulu baru kemudian meyakini kebenaran tersebut. Kebenaran berasal dari sumber yang rasional yang mampu ditangkap oleh panca indera, sehingga kebenaran tidak akan bertentangan dengan akal sehat manusia.

"Setelah kebenaran diperoleh, selanjutnya menjadi sesuatu yang diyakini dan kemudian berlanjut kepada keimanan terhadap yang rasional dan irasional," kata Kiai Nababan, belum lama ini.

“Saya meyakini pesawat bisa terbang setelah saya membuktikan kebenaran pesawat tersebut melalui panca indera saya. Sebagai manusia, tentunya saya sangat takut melihat sebuah rangkaian besi dapat terbang mengudara di langit," ucapnya.

Padahal, lanjut Kiai Nababan, material bahan penyusunnya terbuat dari sesuatu yang sangat mengerikan. Kalau saja kita menelisik lebih dalam, bagaimana mungkin besi dapat mengudara? Dan kenapa pula kita sebagai manusia mau menumpang dalam besi yang mengudara tersebut.
Akan tetapi, ketika besi (pesawat) itu sudah teruji dan terbukti bisa terbang, barulah  percaya bahwa pesawat bisa membawa kita bepergian dengan selamat.  "Ini adalah sebuah pemisalan sederhana yang dapat menjelaskan kebenaran itu lahir terlebih dahulu dan disusul kemudian dengan keimanan,” ungkap Kiai Nababan.

Selanjutnya, kata Kiai, membuktikan kebenaran yang ada pada agama dapat menggunakan kitab sucinya. Ini dikarenakan kitab suci adalah sumber seseorang dalam mengenal dan memahami agama. Oleh sebab itu, untuk mengetahui kebenaran sebuah kitab suci perlu dilakukan perbandingan antara kitab agama yang satu dengan kitab agama yang lain.
"Alhamdulillah, setelah melalui diskusi yang cukup panjang, pada malam itu seorang perempuan yang awalnya meragukan Islam dan sempat keluar dari Islam, kembali dapat disyahadatkan. Seorang yang tertarik untuk masuk Islam pun semakin mantap keinginannya untuk berhijrah dan memeluk Islam," kata Kiai Nababan