5 Hal Yang Mesti Anda Hindari Didepan Anak

Semua orang tua pasti menginginkan buah hatinya tumbuh menjadi anak yang aktif dan penuh semangat. Namun, untuk mewujudkan anak yang aktif, Anda sebagai orang tua pun harus memberikan contoh yang baik bagi buah hati. Sebab, tanpa disadari, anak juga mengamati setiap gerak-gerik Anda.

"Setelah anak belajar bagaimana berbicara dengan mendengarkan suara Anda, ia akan belajar bagaimana menjalani hidup dengan cara mengamati perilaku Anda. Jika Anda ingin sang buah hati menjadi aktif, Anda tidak bisa begitu saja menyuruh dia bermain sementara Anda menonton televisi," ujar Carrie Contey PhD, seorang psikolog klinis dan pakar parenting.

Contey menyatakan, sering-seringlah berada di luar ruangan bersama anak untuk bermain dan beraktivitas dengan mereka. Nah, Contey pun menyebutkan lima hal yang baiknya Anda hindari di depan buah hati. Apa sajakah?

1. Berbohong
Menurut Alyson Schäfer, seorang psikoterapis, berbohong adalah salah satu praktik umum dalam kehidupan orang dewasa yang bahkan tidak Anda sadari telah melakukannya. "Namun, anak Anda akan mengetahuinya. Dengan melihat contoh dari orang tuanya, ia akan berasumsi bahwa tidak ada salahnya berbohong," sebut Schäfer.

2. Menyembunyikan Sesuatu dari Pasangan
Anda mengajak anak Anda ke gerai makanan cepat saji dan membeli beragam makanan serta kudapan. Lalu Anda mengatakan padanya, "Jangan bilang-bilang ke Ayah ya kalau kita makan kentang goreng." Schäfer mengatakan, Anda bisa saja berpikir hal ini tak ada masalah. "Akan tetapi, Anda telah menunjukkan pada anak bahwa boleh-boleh saja berbohong dan mengganggu otoritas pasangan," tuturnya.

3. Sibuk dengan gadget
Contey menuturkan, kalau Anda tidak ingin anak Anda sudah sibuk dengan ponsel serta sudah bermain dengan tablet sebelum ia bisa berjalan, maka Anda harus menyingkirkan semua perangkat komunikasi elektronik Anda ketika sedang bersama anak. "Kalau Anda ingin dia menghabiskan usia awal kehidupannya dengan buku dan mainan yang dipegang langsung seperti lego, Anda harus menyingkirkan semua gadget Anda ketika anak bersama Anda," imbuhnya.

4. Meluapkan Kemarahan
Bukan hanya marah kepada anak, namun juga marah kepada apapun dan siapapun. "Anak akan percaya bahwa hal buruk yang terjadi adalah kesalahan mereka. Bahkan jika Anda marah ketika tim kesayangan Anda kalah, anak akan berasumsi bahwa kemarahan Anda adalah karena sesuatu yang dilakukannya. Ini akan membuat anak merasa takut," kata Susan Newman PhD, seorang psikolog anak.

5. Mengejek Guru
Anda bisa saja mengingat kembali guru yang aneh atau menyebalkan yang pernah mengajar Anda di sekolah. Akan tetapi, Schäfer mengingatkan bahwa Anda tidak boleh mengejek guru di depan anak Anda. "Anak akan berasumsi bahwa Anda tidak menghormati orang itu atau sekolah secara umum. Maka, ia juga akan melakukan hal yang serupa," papar Schäfer.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar